Selasa, 08 Oktober 2019

TEORI ASAM BASA

Sifat-Sifat Asam dan Basa


Sifat Asam

Adapun sifat-sifat asam, diantaranya yaitu
  • Memiliki rasa masam/asam
  • Bersifat korosif atau merusak
  • Jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion H+ atau ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif. Peristiwa terurainya asam menjadi ion bisa dituliskan seperti ini:
    HA (aq) ——> H+ (aq) + A- (aq)
  • Jika diuji dengan indikator kertas lakmus biru, asam dapat mengubah lakmus tersebut menjadi merah. Sedangkan jika diuji dengan indikator kertas lakmus merah, kertas lakmus tersebut tidak akan berubah warna. Indikator adalah alat yang digunakan untuk menunjukkan suatu zat apakah bersifat asam maupun basa.(pelajaran.co.id, 2018)
Sifat Basa

Adapun sifat-sifat basa, diantaranya yaitu:
  • Memiliki rasa pahit
  • Bersifat kaustik atau dapat merusak kulit
  • Jika dilarutkan dalam air dapat menghasilkan ion OH- atau ion hidroksil dan ion logam atau gugus lain yang bermuatan negatif. Jika ion OH- hampir seluruhnya dilepaskan atau ionisasinya sempurna, maka termasuk basa kuat atau dikatakan memiliki derajat keasaman yang rendah dan begitu sebaliknya. Secara umum peristiwa peruraian basa menjadi ion dapat dituliskan sebagai berikut:
    BOH (aq) ——-> B+ (aq) + OH- (aq)
  • Jika diuji dengan indikator lakmus merah, maka bsa akan mengubah warna lakmus tersebut menjadi warna biru, sedangkan dengan kertas lakmus biru, tidak akan mengubah warna kertas lakmus tersebut.(pelajaran.co.id, 2018)
Teori-teori  Asam Basa
Perkembangan teori-teori asam basa diawali dari Arrhenius (1884), Bronsted - Lowry (1923) , Lewis (1923). (pelajaran.co.id, 2018)

A. Teori asam basa menurut Arrhenius (1884)

Menurut Svante August Arrhenius (1884) asam adalah spesi yang jika dilarutkan dalam air akan terdisosiasi menghasilkan ion H+ dan basa adalah spesi yang jika dilarutkan dalam air akan terdisosiasi menghasilkan ion OH-, dengan asumsi bahwa pelarut tidak berpengaruh terhadap sifat asam dan basa. (pelajaran.co.id, 2018)
Gas asam klorida (HCl) yang sangat larut dalam air tergolong asam Arrhenius, sebagaimana HCl dapat terurai menjadi ion H+dan Cl− di dalam air. Berbeda halnya dengan metana (CH4) yang bukan asam Arrhenius karena tidak dapat menghasilkan ion H+ dalam air meskipun memiliki atom H. Natrium hidroksida (NaOH) termasuk basa Arrhenius, sebagaimana NaOH merupakan senyawa ionik yang terdisosiasi menjadi ion Na+ dan OH− ketika dilarutkan dalam air. Konsep asam dan basa Arrhenius ini terbatas pada kondisi air sebagai pelarut.(studiobelajar)
Contoh-contoh reaksi asam ketika dilarutkan dalam air sebagai yaitu sebagai berikut.


Teori Asam Basa Brønsted–Lowry ( 1923)

Pada tahun 1923, Johannes N. Brønsted dan Thomas M. Lowry secara terpisah mengajukan definisi asam dan basa yang lebih luas. Konsep yang diajukan tersebut didasarkan pada fakta bahwa reaksi asam–basa melibatkan transfer proton (ion H+) dari satu zat ke zat lainnya. Proses transfer proton ini selalu melibatkan asam sebagai pemberi/donor proton dan basa sebagai penerima/akseptor proton. Jadi, menurut definisi asam basa Brønsted–Lowry,(studiobelajar)
  • asam adalah donor proton.
  • basa adalah akseptor proton.
Jika ditinjau dengan teori Brønsted–Lowry, pada reaksi ionisasi HCl ketika dilarutkan dalam air, HCl berperan sebagai asam dan H2O sebagai basa.(studiobelajar)
HCl(aq) + H2O(l) → Cl(aq) + H3O+(aq)
 pada reaksi ionisasi NH3 ketika dilarutkan dalam air, NH3 berperan sebagai basa dan H2O sebagai asam.(studiobelajar)
NH3(aq) + H2O(l) ⇌ NH4+(aq) + OH(aq)
NH3 menerima proton (H+) dari H2O dengan menggunakan sepasang elektron bebas pada atom N untuk berikatan dengan H+ sehingga terbentuk ion ammonium (NH4+). H2O berubah menjadi ion OH setelah memberikan proton (H+) kepada NH3.(studiobelajar)



Teori Asam Basa Lewis (1923)
Pada tahun 1923, G. N. Lewis mengemukakan teori asam basa yang lebih luas dibanding kedua teori sebelumnya dengan menekankan pada pasangan elektron yang berkaitan dengan struktur dan ikatan. Menurut definisi asam basa Lewis,(studiobelajar)
  • asam adalah akseptor pasangan elektron.
  • basa adalah donor pasangan elektron.

Berdasarkan definisi Lewis, asam yang berperan sebagai spesi penerima pasangan elektron tidak hanya H+.(studiobelajar)
Asam Lewis
Asam Lewis adalah penerima pasangan elektron. Asam Lewis merupakan elektrofil, karena tertarik pada elektron. Asam Lewis bermuatan positif (parsial) pada suatu senyawa. Contoh zat yang termasuk dalam asam Lewis, diantaranya yaitu:
(pelajaran.co.id, 2018)
  • Semua kation (Cu2+, Na+, Ca2+, Li+, Mg2+, dan lain sebagainya),
  • Atom, ion, atau molekul yang oktet tidak lengkap (BF3, AlF3)
  • Molekul yang mana atom pusatnya dapat memiliki elektron valensi lebih dari 8 (SiBr4, SiF4)
  • Molekul memiliki ikatan rangkap dengan dua atom elektronegatif (CO2)(pelajaran.co.id, 2018)
Basa Lewis
Basa Lewis adalah pendonor pasangan elektron. Basa Lewis merupakan nukleofil, karena menyukai untuk menyerang atom yang bermuatan positif pada suatu senyawa.
Contoh zat yang termasuk dalam basa Lewis diantaranya yaitu OH-, CN-, NH3, dan lain sebagainya.
(pelajaran.co.id, 2018)
Kelebihan definisi asam basa Lewis adalah dapat menjelaskan reaksi-reaksi asam–basa lain dalam fase padat, gas, dan medium pelarut selain air yang tidak melibatkan transfer proton. Misalnya, reaksi-reaksi antara oksida asam (misalnya CO2 dan SO2) dengan oksida basa (misalnya MgO dan CaO), reaksi-reaksi pembentukan ion kompleks seperti [Fe(CN)6]3−, [Al(H2O)6]3+, dan [Cu(NH3)4]2+, dan sebagian reaksi dalam kimia organik.(studiobelajar)

DAFTAR PUSTAKA

pelajaran.co.id. (2018, 04 21). Pengertian Asam Basa, Sifat, Teori dan Contoh Reaksi Asam Basa Terlengkap. Retrieved from https://www.pelajaran.co.id/2018/21/pengertian-asam-basa-sifat-teori-dan-contoh-reaksi-asam-basa-terlengkap.html
studiobelajar. (n.d.). Teori Asam Basa. Retrieved from https://www.studiobelajar.com/teori-asam-basa/



TEORI ASAM BASA

Sifat-Sifat Asam dan Basa Sifat Asam Adapun sifat-sifat asam, diantaranya yaitu Memiliki rasa masam/asam Bersifat korosi...