Sifat-Sifat Asam dan Basa
Sifat Asam
Sifat Basa
Adapun sifat-sifat basa,
diantaranya yaitu:
- Memiliki rasa pahit
- Bersifat kaustik atau dapat
merusak kulit
- Jika dilarutkan dalam air
dapat menghasilkan ion OH- atau ion hidroksil dan ion logam atau gugus
lain yang bermuatan negatif. Jika ion OH- hampir seluruhnya dilepaskan
atau ionisasinya sempurna, maka termasuk basa kuat atau dikatakan memiliki
derajat keasaman yang rendah dan begitu sebaliknya. Secara umum peristiwa
peruraian basa menjadi ion dapat dituliskan sebagai berikut:
BOH (aq) ——-> B+ (aq) + OH- (aq) - Jika diuji dengan indikator lakmus merah, maka bsa akan mengubah warna lakmus tersebut menjadi warna biru, sedangkan dengan kertas lakmus biru, tidak akan mengubah warna kertas lakmus tersebut.(pelajaran.co.id, 2018)
Teori-teori Asam Basa
Perkembangan
teori-teori asam basa diawali dari Arrhenius (1884), Bronsted - Lowry (1923) ,
Lewis (1923). (pelajaran.co.id,
2018)
A. Teori asam
basa menurut Arrhenius (1884)
Menurut Svante
August Arrhenius (1884) asam adalah spesi yang jika dilarutkan dalam air akan
terdisosiasi menghasilkan ion H+ dan basa adalah spesi yang jika dilarutkan
dalam air akan terdisosiasi menghasilkan ion OH-, dengan asumsi bahwa pelarut
tidak berpengaruh terhadap sifat asam dan basa. (pelajaran.co.id,
2018)
HCl(aq) + H2O(l) → Cl−(aq) + H3O+(aq)
pada reaksi ionisasi NH3 ketika dilarutkan dalam air, NH3 berperan sebagai basa dan H2O sebagai asam.(studiobelajar)
Gas asam klorida
(HCl) yang sangat larut dalam air tergolong asam Arrhenius, sebagaimana HCl
dapat terurai menjadi ion H+dan Cl− di dalam air. Berbeda halnya dengan metana
(CH4) yang bukan asam Arrhenius karena tidak dapat menghasilkan ion H+ dalam
air meskipun memiliki atom H. Natrium hidroksida (NaOH) termasuk basa
Arrhenius, sebagaimana NaOH merupakan senyawa ionik yang terdisosiasi menjadi
ion Na+ dan OH− ketika dilarutkan dalam air. Konsep asam dan basa Arrhenius ini
terbatas pada kondisi air sebagai pelarut. (studiobelajar)
Contoh-contoh reaksi asam ketika dilarutkan dalam air sebagai yaitu sebagai berikut.
Teori Asam Basa Brønsted–Lowry ( 1923)
Pada tahun 1923, Johannes N. Brønsted dan Thomas
M. Lowry secara terpisah mengajukan definisi asam dan basa yang lebih luas.
Konsep yang diajukan tersebut didasarkan pada fakta bahwa reaksi asam–basa
melibatkan transfer proton (ion H+) dari satu zat ke zat lainnya.
Proses transfer proton ini selalu melibatkan asam sebagai pemberi/donor proton
dan basa sebagai penerima/akseptor proton. Jadi, menurut definisi asam basa
Brønsted–Lowry, (studiobelajar)
- asam
adalah donor proton.
- basa
adalah akseptor proton.
Jika ditinjau dengan teori Brønsted–Lowry, pada
reaksi ionisasi HCl ketika dilarutkan dalam air, HCl berperan sebagai asam dan
H2O sebagai basa. (studiobelajar)
NH3(aq) + H2O(l) ⇌ NH4+(aq) + OH−(aq)
NH3 menerima proton (H+) dari H2O dengan menggunakan sepasang elektron bebas pada atom N untuk berikatan dengan H+ sehingga terbentuk ion ammonium (NH4+). H2O berubah menjadi ion OH− setelah memberikan proton (H+) kepada NH3.(studiobelajar)
Teori Asam Basa Lewis (1923)
Pada tahun 1923, G. N. Lewis mengemukakan teori asam basa yang lebih luas dibanding kedua teori sebelumnya dengan menekankan pada pasangan elektron yang berkaitan dengan struktur dan ikatan. Menurut definisi asam basa Lewis,(studiobelajar)
- asam adalah akseptor pasangan elektron.
- basa adalah donor pasangan elektron.
Berdasarkan definisi Lewis, asam yang berperan sebagai spesi penerima pasangan elektron tidak hanya H+.(studiobelajar)
DAFTAR PUSTAKA
pelajaran.co.id.
(2018, 04 21). Pengertian Asam Basa, Sifat, Teori dan Contoh Reaksi Asam
Basa Terlengkap. Retrieved from
https://www.pelajaran.co.id/2018/21/pengertian-asam-basa-sifat-teori-dan-contoh-reaksi-asam-basa-terlengkap.html
studiobelajar. (n.d.).
Teori Asam Basa. Retrieved from
https://www.studiobelajar.com/teori-asam-basa/
